Dewi Dakocan
Ini juga bukan Dewi.
Ini masih berjenis kelamin laki-laki
Badannya pendek dengan perut gendut.
Seseorang yang diberi anugerah oleh Allah dengan sifat lucunya...
lucu.. benar-benar lucu...
punya talenta menghancurkan
punya insting untuk membunuh
punya segudang ide jahat
dan punya karakter buruk dari seorang brokenhome.
tapi, dia berhasil.
antara Dua Dewi sangat intim berhubungan.
Dewi Manohara Dewi Dakocan...
Ah... terawangku melihat kau punya kemiripan.
Kalian ditakdirkan berjodoh...
Aku berdoa, Kau DAKOCAN, jadilah Mantu Manohara...
agar semua jilatan-jilatanmu itu
sempurna.
Saturday, May 02, 2009
Dewi Manohara
Dewi Manohara...
Jangan kau bayangkan dia seorang Dewi...
karena dewi itu artinya dia cantik
apalagi kau sebut manohara.
wanita berparas cantik yang jadi rebutan raja jiran
Dia kupanggil Dewi, ah.. karena namanya mirip-mirip itu
Dia kupanggil manohara... "M"-nya juga sama.
sekarang bayangkan dia seorang laki-laki
gendut, dengan bicara yang meyakinkan.
seorang manajer!
seorang leader!
seorang entertainer!
dan mimpi pengen jadi entrepreneur... (malah aku meng-Amini- doa ini.. :)
dia adalah seseorang yang menasehatiku tentang sistem.
"JANGAN BERUSAHA MERUBAH SISTEM, TAPI BERKREASILAH DI DALAM SISTEM ITU!"
ah pak Dewi Manohara...
ilmu-mu basi!
Jangan kau bayangkan dia seorang Dewi...
karena dewi itu artinya dia cantik
apalagi kau sebut manohara.
wanita berparas cantik yang jadi rebutan raja jiran
Dia kupanggil Dewi, ah.. karena namanya mirip-mirip itu
Dia kupanggil manohara... "M"-nya juga sama.
sekarang bayangkan dia seorang laki-laki
gendut, dengan bicara yang meyakinkan.
seorang manajer!
seorang leader!
seorang entertainer!
dan mimpi pengen jadi entrepreneur... (malah aku meng-Amini- doa ini.. :)
dia adalah seseorang yang menasehatiku tentang sistem.
"JANGAN BERUSAHA MERUBAH SISTEM, TAPI BERKREASILAH DI DALAM SISTEM ITU!"
ah pak Dewi Manohara...
ilmu-mu basi!
Thursday, March 15, 2007
Istriku nun jauh di ranjang..
(terinspirasi dari sajak SN. Mayasari H)
rasa-rasanya gairahku meledak melihat cara tidurmu malam itu...
setelah kita bertengkar kulihat kau kelelahan dan terlelap
di atas ranjang tubuhmu terpejam dan berpaling dariku
aku mengintipmu malam ini
tampak guratan garis garis mimpi di wajahmu, lebih terlihat
jelas saat tanpa sadar kau berbalik ke arahku (aku senyum)
kau masih cantik (dan akan selalu cantik) seperti dulu saat pertama bertemu
sejenak mimpimu seolah kecewa menatap diriku
membuatku merasa salah mengumbar marah semalam
ach...bodohnya aku menyakiti cintaku
apalah artinya N93 atau N73 Music Edition?
atau Alexander 21" dengan Nicam Stereo itu?
lalu kututup cerita luka malam kita dan kujemput kau dalam tidur
menemani senandung mimpi indahmu
kuharap cemas kau tak mengusir datangku
kita pun bersenggama di kemayaan cumbuku denganmu
belum puas aku menciumi dadamu yang penuh peluh,
belum puas aku menghirup wangi tubuhmu,
belum puas aku mengecup keningmu,
kau membangunkanku dengan bisikan nama Tuhan di telingaku
(aku tak bisa menahan diriku memelukmu)
sifatmu yang cepat memaafkanku buat subuh ini terasa hangat bagiku
serentak kebisuan tercipta
tinggal tatapku menelanjangi sinar matamu
di hati aku bicara: "makin dalamnya cintaku padamu"
Bandar Lampung, Februari, 007
rasa-rasanya gairahku meledak melihat cara tidurmu malam itu...
setelah kita bertengkar kulihat kau kelelahan dan terlelap
di atas ranjang tubuhmu terpejam dan berpaling dariku
aku mengintipmu malam ini
tampak guratan garis garis mimpi di wajahmu, lebih terlihat
jelas saat tanpa sadar kau berbalik ke arahku (aku senyum)
kau masih cantik (dan akan selalu cantik) seperti dulu saat pertama bertemu
sejenak mimpimu seolah kecewa menatap diriku
membuatku merasa salah mengumbar marah semalam
ach...bodohnya aku menyakiti cintaku
apalah artinya N93 atau N73 Music Edition?
atau Alexander 21" dengan Nicam Stereo itu?
lalu kututup cerita luka malam kita dan kujemput kau dalam tidur
menemani senandung mimpi indahmu
kuharap cemas kau tak mengusir datangku
kita pun bersenggama di kemayaan cumbuku denganmu
belum puas aku menciumi dadamu yang penuh peluh,
belum puas aku menghirup wangi tubuhmu,
belum puas aku mengecup keningmu,
kau membangunkanku dengan bisikan nama Tuhan di telingaku
(aku tak bisa menahan diriku memelukmu)
sifatmu yang cepat memaafkanku buat subuh ini terasa hangat bagiku
serentak kebisuan tercipta
tinggal tatapku menelanjangi sinar matamu
di hati aku bicara: "makin dalamnya cintaku padamu"
Bandar Lampung, Februari, 007
Tuesday, November 07, 2006
Ah seandainya saja
Ah seandainya saja
aku bisa mendidik istriku...
mugkin dia bisa begini... begitu...
tidak seenaknya tidak se-edan-nya
apa aku seorang pendidik?
berpendidikan? iya!
pendidik?
pengkritik!
licik!
taktik!
picik!
pelik!
DUAR!!!
kapal pecah menghantam karang
bahtera bergelombang deras menghantam karam
tenggelam?
Ooo tentu tidak
belum titik,
aku bisa mendidik istriku...
mugkin dia bisa begini... begitu...
tidak seenaknya tidak se-edan-nya
apa aku seorang pendidik?
berpendidikan? iya!
pendidik?
pengkritik!
licik!
taktik!
picik!
pelik!
DUAR!!!
kapal pecah menghantam karang
bahtera bergelombang deras menghantam karam
tenggelam?
Ooo tentu tidak
belum titik,
Wednesday, June 21, 2006
Bozzz
Bozzz
ntah apa yang ada dibenaknya,
otak, onak, arak? rusak?
bongkar! hancurkan! binasakan!
suarnya memecah keheningan malam
ya! malam! kerja rodi, tak dihargai!!!
pm_k, 2006
ntah apa yang ada dibenaknya,
otak, onak, arak? rusak?
bongkar! hancurkan! binasakan!
suarnya memecah keheningan malam
ya! malam! kerja rodi, tak dihargai!!!
pm_k, 2006
Tuesday, July 02, 2002
Bosankah aku
bosankah aku?
apalah lagi
kutunggu sesaat
kulewat waktu
aura wajahku tak berarti
tanpa kerja keras!
tanpa arti!
tanpa usaha..
lepas pejuang
lepaskan hasrat
masa depan ?
huh....
semangat tak ada
hasrat menggebu?
waktu memakan usiaku..
apalah lagi
kutunggu sesaat
kulewat waktu
aura wajahku tak berarti
tanpa kerja keras!
tanpa arti!
tanpa usaha..
lepas pejuang
lepaskan hasrat
masa depan ?
huh....
semangat tak ada
hasrat menggebu?
waktu memakan usiaku..
Thursday, June 06, 2002
Lulus Sarjana
Dalam sepi..
tertinggal teman lama,
teman baru tak tiba
kepahitan menusuk menikam mata hati
kematian batin hampir hampir lah
doa ku masih ada..
terkenang kelulusan sarjana!
tertinggal teman lama,
teman baru tak tiba
kepahitan menusuk menikam mata hati
kematian batin hampir hampir lah
doa ku masih ada..
terkenang kelulusan sarjana!
Thursday, July 12, 2001
Stasi tak terhingga
STASI TAK TERHINGGA
kr : nang
buat: eka budianta
tak hanya jakarta, chris
kudatangi negeri-negeri asing
persinggahan tak terhingga
dalam mimpiku
seorang yang mabuk kata-kata
menulis surat untukmu:
"inilah negeri itu,
kita bertatap mata,
rindu sekali"
depok, 1999
kr : nang
buat: eka budianta
tak hanya jakarta, chris
kudatangi negeri-negeri asing
persinggahan tak terhingga
dalam mimpiku
seorang yang mabuk kata-kata
menulis surat untukmu:
"inilah negeri itu,
kita bertatap mata,
rindu sekali"
depok, 1999
Wednesday, June 13, 2001
Doa penutup Aa gym
Doa Penutup dari AA Gym (K.H. Abdullah Gymnastiar):
----------------------------------------
Wahai Allah yang maha Agung
Karuniakanlah kepada kami keindahan Akhlak, Ya Allah
Kelembutan hati, kesejukan qalbu
Pancarkan dari diri kami, keindahan agama-Mu ya Allah
Pancarkan dari pribadi diri kami, keagungan agama-Mu ya Allah
Jadikan, kehadiran kami di manapun menjadi cahaya bagi ummatmu, Ya ALlah
Jadikan, kehadiran kami di manapun menjadi penyejuk bagi ummatmu,
menjadi penggelora semangat bagi hamba-hambamu..
Ya Allah cegahkan kami dari segala godaan yang menggelintirkan
Lindungilah kami dari tipu daya setan yang menyesatkan
Lindungi kami dari segala sifat munafiq, ya Allah
Lindungi kami dari segala kemusyrikan
dan lindungi kami dari perbuatan apa pun yang akan menjadi contoh buruk bagi ummatmu
Ya ALlah Engkau adalah tujuan kami
Engkau adalah tumpuan harapan kami
Engkau adalah buah hati kami
Karuniakan kami kesempatan memperbaiki diri, Ya Allah
Ya Allah karuniakan kepada kami para pemimpin yang dapat menjadi
contoh kebaikan bagi kami, contoh kemuliaan bagi kami...
Amiin ya Allah ya Rabbal 'Alamiin.
----------------------------------------
Wahai Allah yang maha Agung
Karuniakanlah kepada kami keindahan Akhlak, Ya Allah
Kelembutan hati, kesejukan qalbu
Pancarkan dari diri kami, keindahan agama-Mu ya Allah
Pancarkan dari pribadi diri kami, keagungan agama-Mu ya Allah
Jadikan, kehadiran kami di manapun menjadi cahaya bagi ummatmu, Ya ALlah
Jadikan, kehadiran kami di manapun menjadi penyejuk bagi ummatmu,
menjadi penggelora semangat bagi hamba-hambamu..
Ya Allah cegahkan kami dari segala godaan yang menggelintirkan
Lindungilah kami dari tipu daya setan yang menyesatkan
Lindungi kami dari segala sifat munafiq, ya Allah
Lindungi kami dari segala kemusyrikan
dan lindungi kami dari perbuatan apa pun yang akan menjadi contoh buruk bagi ummatmu
Ya ALlah Engkau adalah tujuan kami
Engkau adalah tumpuan harapan kami
Engkau adalah buah hati kami
Karuniakan kami kesempatan memperbaiki diri, Ya Allah
Ya Allah karuniakan kepada kami para pemimpin yang dapat menjadi
contoh kebaikan bagi kami, contoh kemuliaan bagi kami...
Amiin ya Allah ya Rabbal 'Alamiin.
Aa Gym Quotes
Aa Gym Quotes :
"Orang yang banyak bicara hasil dari mendengar akan menghasilkan pembicaraan yang berkualitas"
"Krisis terbesar pada masyarakat sekarang adalah krisis suri tauladan!"
"Orang yang banyak bicara hasil dari mendengar akan menghasilkan pembicaraan yang berkualitas"
"Krisis terbesar pada masyarakat sekarang adalah krisis suri tauladan!"
Sunday, June 03, 2001
thanks to uwha for the nice poems!
Syair Angin Januari
Entah mengapa angin january yang basah masih saja tak mampu mengingatkanmu pada pertautan antara kita
padahal sudah cukup banyak kugoreskan harapan yang menyala-nyala dalam keheningan panjang
juga rinduku ini selalu saja menjadi bahasa hidup
tanpa kau pahami meski kutuang dalam gumpalan air mata
seperti lilin yang senantiasa membeku
Dan syair-syair yang kuanyam selama setahun kini luruh disapu angin.
Syair Angin Januari
Entah mengapa angin january yang basah masih saja tak mampu mengingatkanmu pada pertautan antara kita
padahal sudah cukup banyak kugoreskan harapan yang menyala-nyala dalam keheningan panjang
juga rinduku ini selalu saja menjadi bahasa hidup
tanpa kau pahami meski kutuang dalam gumpalan air mata
seperti lilin yang senantiasa membeku
Dan syair-syair yang kuanyam selama setahun kini luruh disapu angin.
Tuesday, May 29, 2001
Siapa?
Siapa ?
siapa dia? gadis cantik nan belia?
mataku tertohok duri setan lewat
terpaku di belokan angkot
siapa dia? gadis cantik nan belia?
mataku tertohok duri setan lewat
terpaku di belokan angkot
Sunday, May 27, 2001
menulis cinta
: mn
pedih mata oleh tangisan sesal mungkin sudah tak lagi perlu engkau peduli, ataukah masih? kisah-kisah kita telah terkubur dalam diary dan butiran-butiran hail musim gugur. kuning merah dedaunan rontok sebagai helai-helai asa mengukir batu nisan suatu masa.
notasi tertulis di gigi indahmu dalam senyum masih melagukan simfoni dalam nada-nada minor sedang langkah tarianku telah berhenti lama. masih pula kaumainkan musik kamar dalam sayatan lengking biola, menoreh-norehkan merah luka pada layar hitam perjalanan.
(engkau masih lincah juga memainkan jemari pada dawai-dawai nasib, dan kaulempar-lemparkan nada-nada tanpa birama tetap: merah kuning biru tak pernah mencapai ungu)
di lututku kauletakkan dagu mungilmu, dengan seuntai senyum pernah dan musik itu masih mencoba menghibur malam-malamku yang jengah sayatan dawaimu denting harpa dewa-dewa, kelepak lembaran naskah selapik cinta menggigil masih dalam badai, biarlah teruji oleh sejarah!
o, nama yang tak pernah selesai kutulis huruf-hurufnya
saat habis nanti darahku terhisap kuas sebagai tinta
saat itulah mungkin berhasil kutuliskan cinta!
yogyakarta, 20 april 2001: dini hari
[titik nol]
: mn
pedih mata oleh tangisan sesal mungkin sudah tak lagi perlu engkau peduli, ataukah masih? kisah-kisah kita telah terkubur dalam diary dan butiran-butiran hail musim gugur. kuning merah dedaunan rontok sebagai helai-helai asa mengukir batu nisan suatu masa.
notasi tertulis di gigi indahmu dalam senyum masih melagukan simfoni dalam nada-nada minor sedang langkah tarianku telah berhenti lama. masih pula kaumainkan musik kamar dalam sayatan lengking biola, menoreh-norehkan merah luka pada layar hitam perjalanan.
(engkau masih lincah juga memainkan jemari pada dawai-dawai nasib, dan kaulempar-lemparkan nada-nada tanpa birama tetap: merah kuning biru tak pernah mencapai ungu)
di lututku kauletakkan dagu mungilmu, dengan seuntai senyum pernah dan musik itu masih mencoba menghibur malam-malamku yang jengah sayatan dawaimu denting harpa dewa-dewa, kelepak lembaran naskah selapik cinta menggigil masih dalam badai, biarlah teruji oleh sejarah!
o, nama yang tak pernah selesai kutulis huruf-hurufnya
saat habis nanti darahku terhisap kuas sebagai tinta
saat itulah mungkin berhasil kutuliskan cinta!
yogyakarta, 20 april 2001: dini hari
[titik nol]
Subscribe to:
Posts (Atom)